Menghadapi Rekan Kerja Penjilat dan Cari Muka
Pernah
kesal dengan rekan sejawat yang suka cari muka? Bagaimana sebaiknya
menyikapinya? Kalau cari muka dengan tidak mengganggu pekerjaan kita mungkin
tak masalah. Tapi ketika kita sudah melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya,
lalu tiba-tiba rekan sejawat mengklaim kalau semua itu hasil pekerjaannya,
tentu kita sangat kesal.
Seperti
yang pernah saya alami. Tiba-tiba saja salah satu perangkat, mengatakan di
depan Pak Lurah kalau dia sudah melakukan ini dan itu. Padahal bukan hanya dia
yang punya andil dalam pekerjaan itu. Pak Lurah juga kadang kurang teliti,
hanya manggut-manggut mendengar laporan menyenangkan dari anak buahnya. Kadang
saya cuma bisa mengumpat dalam hati. Tapi kalau ini terus menerus dilakukan?
Apa yang harus saya lakukan?
Mendiamkan
Sayangnya
dunia saya bukan dunia yang jika tak suka bisa keluar begitu saja. Apalagi saya
ingin memperbaiki dan ikut berkontribusi dalam pembangunan. Melihat rekan
sejawat yang seperti itu, seringkali saya cuma mendiamkan. Daripada nanti saya
yang dikira sirik, bukan syirik lho tapi iri dengki. Bisa-bisa malah saya
difitnah kalau saya kurang berprestasi tapi malah jelek-jelekkan rekan sejawat.
Semua Perkataan Akan Kembali Pada Pemiliknya
Saya punya
keyakinan kalau suatu saat, semua yang pernah kita katakan akan kembali pada
diri kita sendiri. Misalnya kita sok sabar dan mengatakan pada teman kita yang
sedang galau untuk bersabar. Tak lama setelah itu, kita yang akan menjalani
ujian sabar. Tak jarang dengan situasi yang sama persis dengan apa yang kita katakan.
Nah, kurang lebih seperti itu. Semua kata-kata jilatan yang sudah keluar dari lisan
rekan sejawat kita yang mati-matian ingin mendapatkan ‘muka’ itu pasti akan
diuji ke dirinya sendiri. Jadi kita hanya perlu diam dan memperhatikan.
Kebenaran tidak
akan pernah bisa tertutupi dengan kebohongan. Seperti kebusukan yang meski
sudah ditutupi, tapi tercium juga. Jujur memang barang langka dan mahal,
melebihi batu akik yang sekarang lagi fenomenal.
Jadi kesimpulannya apa? Membiarkan Pak Lurah
dibohongi oleh anak buahnya? Ya kurang lebih seperti itu, karena suatu saat
orang yang suka cari muka akan kena batunya sendiri. Sebuah pekerjaan bisa saja
diklaim olehnya, tapi kalau semua pekerjaan diklaim bisa dikerjakan sendiri
olehnya, lama-lama orang akan paham dengan bualannya.
Tak perlu
pusing, tapi juga jangan menyembunyikan faktanya. Kalau memang rekan lain
menanyakan perihal pekerjaan tersebut, saya pilih mengatakan yang sejujurnya. Perkara
Pak Lurah yang lebih percaya si tanpa muka, ya itu urusan beliau. Yang penting
saya kerja yang bener, jangan sampai membuat kesalahan yang mengarah pada diri
sendiri.

